Lelaki itu melepas topeng yang dikenakannya
dan melemparkan benda itu ke sudut sofa.
Dihempaskannya tubuh letihnya
seraya menanggalkan satu persatu sepatunya
Masih terbayang dibenaknya seraut wajah yang berbinar
Wajah yang kadang tersipu ketika dia melontarkan pujian .

Sambil menyandarkan tubuhnya di bantalan sofa,
berbagai pikiran melintas dibenak lelaki itu.
terngiang kembali percakapannya dengan perempuan itu.
kata kata yang mengalir diantara mereka begitu lugas.
kata kata yang telah begitu terlatih di lidahnya
sehingga dapat mengalir begitu sempurna.
pun ketika kata kata itu membias maknanya,
berharap semoga perempuan itu mampu
menangkap makna yang tersirat dibalik kata katanya
kata kata yang ia ingin perempuan itu mengerti
____________________________________________________________

Perempuan itu menutup pintu,
meletakkan topeng yg dikenakannya di meja sudut,
dan bergegas menuju kamar mandi.
Bertemu dengan lelaki tadi selalu membuatnya merasa lelah dan
membutuhkan guyuran air untuk sekedar menyegarkannya.
Sambil mengeringkan rambutnya,
ia memikirkan kembali pertemuannya dengan lelaki itu

perlahan ia tersenyum..
setidaknya caranya mendengar lelaki itu bercerita dan
menjawab tanya yang lelaki itu lontarkan
cukup berhasil menampilkan kenaifannya…
membayangkan wajah puas lelaki itu..
membiarkannya percaya bahwa dia telah menelan semua yang diceritakan,
bahwa dia percaya atas kata kata [dusta] yang mengalir lancar
bahkan makna yang tersirat dibaliknya.
senyumnya berubah menjadi tawa lirih..
ternyata mudah untuk memuaskan ego seorang lelaki…
_______________________________________________________________

dua manusia.dua topeng. bertemu dalam irisan lingkaran kehidupan…
masing masing memiliki alasan tersendiri…
mencari keping kebahagian semu di sela nafas hidup…
melengkapi sudut hati yang belum lengkap…
siapa mendustai siapa rasanya tak penting lagi…
ini hanya sekedar permainan belaka..tak usah bertanya makna…

repost from my multiply site