disclaimer: it will be a long post, prepare your self ๐Ÿ˜€

Dua minggu lalu, yup, ini postingan basi, udah nggak usah protes :p yang penting kan, niat update blog untuk seorang blogger kambuhan macam gw wajib disyukuri #eaaa, gw bareng sam hedi, motulz, didinu, ndorokakung janjian ama lucy untuk ngolikow bareng sekalian ketemuan pasca lebaran, jadilah kami ririungan ngobrol sambil makan enak.

Surprise adalah ketika ternyata oom williamwongso sang pakar kuliner, ternyata juga mampir ke steakholycow! untuk meat-up dengan membawa daging segar untuk diolah chef handal Aafit (owner SteakHolycow!), daaan bergabung di meja kami ๐Ÿ˜€

Sambil nunggu aafit grilling, rombongan kami dan beberapa teman yang juga ikutan meat-up dengan antusias ndengerin oom will ndongeng kuliner, berbagai kisah dibalik sebongkah *tsaah bahasa gw* daging menjadi begitu menarik. Gw yang pada dasarnya seneng didongengi pun ndlongop bahagia mendengarkan berbagai cerita oom William ๐Ÿ˜€

Mulai dari jenis-jenis wagyu, cara beternak sapi, hingga pengalaman oom Will mengunjungi berbagai belahan dunia sambil kulineran menjadi dongeng yang indah, what an amazing stories *woot*

Malam itu oom Will membawa beberapa jenis daging segar, juga 2 jenis daging yang sudah diolah.

“ayo dicoba..” kata oom Will, sambil nyodorin sepiring daging olahan yang penampakannya mirip dendeng bertabur jinten.

“ini daging masak apa oom..” gw nanya dengan polosnya,

“ini daging YAK bumbu szechuan chilli, atau kalo di kita seperti andaliman, bumbu yang biasa dipake masak orang sumatera..” kata oom Will kalem

 

foodgasm1

ย Yak meat cooked with Szechuan Chilli & Patty made from Alpaca meat

OMG! gubraakk…”otak gw langsung muter, visualisasi bentuk YAK, ok..langsung kebayang pegunungan Tibet, gerombolan YAK yg sedang ngemil di padang rumput di Lhasa sambil menikmati semilir angin sepoi sepoi, kebayang warungย  di Lhasa yang serving Chai ( teh yang dicampur susu YAK), seperti yg gw tonton di Discovery Channel ๐Ÿ˜€

glek!” itulah yg ada di otak gw ketika gw ngunyah sepotong daging YAK, dengan sensasi rasa spicy yg pedes2 gimana gituh ..kayak ada yang pop up di lidah gw, dan ternyata enak dan empuk! ๐Ÿ˜€

Oh ya, daging YAK yang biasa di konsumsi oleh para Kacheeย  ini, tekstur dagingnya mirip daging kebo gitu deh, dengan serat yang besar, gw sih cuma nyobain sepotong, lebih karena ngeri ngebayangin sosok YAK nya, kan gede dan berbulu gituh, ngeri di seruduk ciin :))

Oom Will dengan sigap langsung membagikan potongan daging burger (patty) di piring satu lagi, “coba yang ini..” oom Will nyodorin sepotong patty, “ini daging Alpaca..” err…otak gw berusaha memvisualisasikan si Alpaca ini, itu lhoo yang kayak Llama kata oom will lagi menjelaskan. Geezz…langsung kebayang sosok binatang lucu dan imut ini :))
dengan rada seret gw telan juga tuh patty bearoma onion (kalo kata motulz, kayak dagingnya martabak telor hahahaha), enaak jugaaaa!!!!ย  minced alpaca meat ini, oleh oom will diolah dengan terong putih dan daun bawang hingga hasilnya adalah Patty yang tender, dan wangiiii… (aslinya gw rada nggak tega pas kebayang bentuknya si Alpaca ituuh :)) )

tak lama Aafit, masuk bawa hasil griiled pertamanya, selintas penampakannya kayak Grilled Chicken gituh, dagingnya berwarna putih, seperti ritual, oom Will langsung membagi daging tersebut dalam beberapa potong untuk dibagikan kepada kami-kami yang excited! apa lagi inii?? begitu menyentuh lidah, terasa creamy, melted dan endang bambang!

“yang ini daging veal yang hanya diberi susu sebagai asupan makanannya, hingga tiba saatnya di potong..” oom Will menjelaskan daging yang barusan gw kunyah dengan nikmatnya…WOW! yup, jadi selama dipelihara, si pedhet ini cuma dikasih minum susu, at all. pantesan dagingnya terasa creamy gituh, bahkan seluruh kandangnya pun dijauhkan dari unsur yang mengandung metal, karena once si pedhet ini “ter-kontaminasi” oleh unsur yang mengandung metal, warna dagingnya akan berubah warna menjadi kemerahan..

Ritual terus berlanjut, aafit masuk lagi bawa hasil grilled yang kedua, steak yang berbahan daging sapi yang disimpen di chiller selama 6 bulan, hingga menyusut dari volume asalnya…- dry-aged beef– hwaaaa!!!ย  Yang malem itu dibawa oom Will adalah bagian TBone dan Terdeloin seberat 700-800 gram.

Mulut gw nggak sempet diem karena bolak balik disodorin potongan2 steak oleh oom Will :)) Yang bikin gw takjub, even ini dry-aged beef, rasanya masih juicy, dan keahlian aafit soal grilling menambah sensasi rasa steak inih… nom nom nom
selain beberapa jenis meat, malam itu oom Will juga membawa cream soup made from butternut pumpkin, rasanya gurih dan “halus” ..sluurpp dan, pesto yang kali ini bukan terbuat dari Basil Leaves, melainkan dari daun pohpohan (Pilea Trinervia) *yang biasa jadi lalapan di warung sunda tea” ! jenius pisan pan :)) buat dicocolin sama steak.
Jadi tuh ya, rasanya semriwing gimanaa gitu, sexy!ย  trus ada juga Reypenar Cheese, keju enak dari Amsterdam yang difermentasi selama 2 tahun, pas dimakan sama roti pentung a la Perancis tea…melted around your mouth, cheesy and yummy!!!

Jadilah malam itu, nggak cuma tercerahkan oleh cerita-cerita oom Will soal jenis-jenis makanan, perut gw yang sebelomnya udah di belai seporsi medium well wagyu terderloin-nya steakholycow yang juwara itu, masih juga dimanjakan dengan berbagai makanan yang enak2 yang baru pertama kali itu gw cicipin! *elus2perut*, dan gw takjub sendiri dengan kemampuan perut gw menerima asupan yang bertubi tubi, I’m not that good carnivores actually ๐Ÿ˜€

Well, I’ve to thank GOD for the great time I had, great food experience, great friends, and also great conversation.

What a GREAT night ๐Ÿ˜€