Sabtu kemaren, gw diundang ikutan #ArisanLivina bareng @NissanID dan @POLIMOLIdotcom.
acaranya seru, karena kita diajak menikmati kemewahan berkendara dengan Grand Livina, sambi rumpi2 cantik ngebahas tentang Pengasuhan Anak di Media Sosial. menarik kan ? 😀

Arisan-Livina

 

Jadilah pagi itu gw dan beberapa temen-temen blogger berkumpul di Nissan Motor Indonesia yang terletak di Jl. MT Haryono Jakarta.
setelah menerima pengarahan singkat, kita pun berangkat menuju Cafe Cava Sava di kawasan Cikini, Jakarta Pusat dengan menggunakan beberapa mobil Grand Livina hehehe #macakibupejabat #disetirinsoalnya 😀 😀

Di Grand Livina putih yang gw naikin bareng @SabaiX, @febrymeuthia dan Mbak yang #maafnamanyagwlupa #faktorU :p, sabtu pagi menjelang siang yang lumayan padat terasa tidak begitu mengganggu karena nyamannya   suspensi dan interior Grand Livina yang  terasa luas.

Sampe di Cafe Cava Sava, dimulailah keriaan hari itu. Obrolan seru dengan teman2 blogger yang jarang ketemu, disambil mengunyah cantik  sop buntut yang jadi menu andalan siang itu, berasa plus plus dengan alunan musik akustik asik dari 2 anak muda ganteng yang membawakan lagu lagu hits.

duomacacn

 

Kelar makan dan ngobrol, sharing soal pengasuhan anak di media sosial oleh Ainun @pasarsapi pun dimulai.
Buat gw, topik sharing hari ini menarik, karena bisa memberikan pencerahan lebih detil.
Gw sendiri salah satu pelaku aktif di dunia media sosial, secara kerjaan gw juga muter2 disini ;)) plus, gw juga punya anak laki-laki remaja, yang walaupun saat ini tidak terlalu antusias, sedikit banyak pasti akan bersentuhan dengan media sosial yang saat ini sudah menjadi bagian dari aktifitas kehidupan
sehari-hari 😀

ainunarisanlivina

Nah, gw sharing disini pencerahan yang gw dapet kemaren 😀

Istilah Media Sosial saat ini tentu sudah tidak asing lagi. Tiap anggota keluarga hampir dipastikan memegang smartphone sebagai alat  komunikasi kan ? berbagai media sosial;  sebut saja Twitter, Facebook, Instagram, Chat Messenger macam Line, KakaoTalk, WeChat menjadi aplikasi yang hampir tiap saat kita gunakan. Bahkan, buat gw pribadi, yang namanya timeline twitter selalu lebih update daripada media cetak ;))

Akses untuk mendapatkan informasi apapun, semudah menjentikkan ujung jari, JUST ONE CLICK AWAY!
So, apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua, menghadapi perkembangan teknologi yang demikian cepat ?

Media Sosial bukan lagi sekedar alat komunikasi, akan tetapi sudah menjadi alat pengubah perilaku manusia.
Anak2 kita yang dilahirkan pada jaman teknologi komunikasi yang luar biasa berkembang ini, terlahir menjadi Digital Native.
Apa itu Digital Native ? menurut wikipedia, adalah orang2 yang dilahirkan selama atau setelah teknologi digital, dan melakukan interaksi dengan teknologi digital sejak usia dini.

Anak2 kita, atau anak2 sekarang sudah terpapar oleh teknologi digital sejak dari dalam kandungan? berlebihan? sayangnya tidak 😀 banyak pasangan muda yang mendokumentasikan perjalanan kehamilannya hingga sang bayi lahir. Bahkan beberapa teman sudah menyiapkan akun twitter dan laman facebook sejak anaknya bayi, bukan begitu bukan? 😀 😀
Nah, anak2 kita yang sejak usia dini terpapar oleh teknologi digital menjadi amat sangat pintar menggunakannya. Hampir setiap hari mereka berinteraksi dengan perangkat digital, hingga suatu saat akan masuk ke wilayah Media Sosial. Mereka bisa main games disitu, ngobrol dengan teman2nya, cari info tentang penyanyi favoritenya, bersosialisasi, merasa eksis dan berinteraksi, termasuk dengan ORANG ASING. *knock knock knock*

Disinilah letak peran kita sebagai parents. Mau tidak mau, tanpa menggunakan atau merasa GAPTEK, kita harus ikut hadir dalam wilayah Media Sosial. buat apa? buat menemani anak2 kita. Jadi ketika mereka bercerita tentang serunya main cooking dash atau hay day, kita ngerti. Ketika mereka cerita si anu di unfollow si ini trus ngambek, atau si A berantem sama si B di timeline, trus si B di block si A, kita ngerti.

beberapa tips, yg gw dapet dari sharing kemaren.
DO :
1. BERI PENJELASAN, tentang apa itu dunia maya, wilayah media sosial. Dunia antah berantah apa yang mereka masuki, bagaimana harus berinteraksi di media sosial, bersikap, dan berinteraksi dengan orang asing, dsb dsb
2. MENJADI TEMAN mereka di media sosial menjadi penting, khususnya untuk anak2 usia sekolah dasar. Saling follow di twitter/instagram, temenan di FB, bisa jadi sarana pengasuhan yang baik. Temenan lho ya, bukan ngerecokin jadi satpam galak yang bentar2 protes. Udah nggak musim deh hehehe kalo mereka merasa terganggu dengan kehadiran kita, dengan mudah mereka block. klaaar…nggak bisa nemenin lagi deh 😀
3. SHARING EMAIL untuk mengaktivasi akun2 media sosial anak. dengan begini, kita langsung tau notifikasi dari akun media sosial yang diaktifkan.
4. CONTENT yang menarik, ajak anak berbagi konten yang menarik di akun media sosial mereka. bisa tentang kegemaran/hobi mereka, antara lain, kalau anak suka photography, ajak dia membuka akun instagram, ajak dia bikin blog kalau anak suka menulis, hal-hal positif sehingga mereka bisa mengetahui nilai2 positif dari media sosial.
5. PASSWORD adalah hal yg sangat krusial di media sosial, beri pemahaman ke anak bahwa dia TIDAK BOLEH berbagi password dengan SIAPAPUN, kecuali kita, orangtuanya.
6. HATI-HATI DENGAN ORANG ASING, ajari anak untuk tidak berinteraksi dengan orang yang tidak dia kenal secara offline.
7. SEPAKATI bersama anak, waktu-waktu untuk online, konten yang dibagi di media sosial, siapa saja yang boleh diajak berteman, dsb

DONT’S:
1. MELEPAS anak masuk ke media sosial tanpa ditemani
2. PRIVACY, ajari anak untuk TIDAK berbagi hal-hal pribadi di media sosial (alamat rumah, sekolah, nomer telepon rumah, handphone anggota keluarga, data pribadi, data keluarga)
3. RUTINITAS, ajari anak untuk tidak berbagi info tentang kegiatan sehari-harinya
4. HATI-HATI, ajari anak untuk selalu hati-hati dalam memposting foto, video. terutama foto-foto pribadi
5. MARAH di media sosial, tidak boleh menegur atau memarahi anak di media sosial. Bicarakan langsung dengan anak.

tipssocmedanak

jagaprivacylivina

Setidaknya, ada beberapa yang bisa kita lakukan, untuk memperkecil resiko dan kekhawatiran yang ditimbulkan berita-berita di media, tentang maraknya kasus penculikan anak, anak dibully di media sosial hingga bunuh diri, dan sebagainya, dan sebagainya

Media sosial tak melulu berisi “ancaman”, tergantung bagaimana kita berinteraksi didalamnya. Banyak hal-hal positif yang juga bisa kita dapat dari berinteraksi di media sosial. Yang kita perlukan adalah mengajak anak untuk belajar “dewasa” ketika bermain di media sosial.

Banyak2lah membaca info-info yang berkaitan dengan teknologi digital dan media sosial. Tentunya tulisan ini jauh dari lengkap, gw cuma sekedar berbagi saja, semoga bermanfaat :D:D

 

Note: foto-foto dipinjam dari berbagai sumber